21 Januari 2011

Sebuah Refleksi


Aku bukanlah apa-apa
Inilah aku bersama keterbatasanku yang bisa engkau lihat dengan kedua mata dan hatimu
Apabila aku mengatakan aku adalah segala-galanya itu semua adalah salah besar
Untuk sekedar mengatakannyapun mungkin aku harus berpikir ulang ribuan bahkan jutaan kali
Dan Apabila aku pernah mengatakannyapun mungkin itu adalah karena ketololan dan kebodohanku semata
Sangat memalukan apabila aku bersikap seperti itu
Sungguh tak tahu diri

Sungguhkah sikapku seperti itu?
Bila aku memang seperti itu merasa bahwa aku ini segala-galanya, tolong maafkan sikapku
Aku sama sepertimu yang memiliki sebuah hati yang amat rapuhnya
Jadi betapa sombong dan angkuhnya aku pabila itu semua benar adanya

Inilah aku bersama keterbatasanku yang bisa engkau lihat dengan kedua mata dan hatimu
Dan aku hanyalah sebuah titik yang teramat kecil diluasnya cipatan-Nya
Hanya Dia-Lah segala-galanya

Inilah aku bersama keterbatasanku yang bisa engkau lihat dengan kedua mata dan hatimu
Dan aku hanya mencoba untuk menunjukan keberadaanku dan mencari arti hidupku
Bukan untuk mengatakan "aku adalah segala-galanya"
Tidak lebih dari itu.....'

Aku bukanlah segala-galanya
aku hanya mencoba untuk menunjukan keberadaanku dan mencari arti hidupku
Tidak lebih dari itu.....'

by pecinta rembulan

18 November 2010

Puisi Cinta Untuk Bunga Yang Indah

Aku sudah pernah ungkapkan indahnya rasa hatiku ini kepadamu dengan sekuntum bungayang indah waktu itu
Kalau nggak salah bunga anggrek bulan kan ?
Dan sampai sekarangpun kejadian itu menjadi list terfavourit dalam ingatanku
Engkau masih ingatkan ?
Atau engkau malah sudah melupakannya?
Sebenarnya aku ingin tahu seperti apa rasa didalam hatimu waktu itu
Mungkin aku tak bisa menebak-menebak atau mengira-ira seperti apa rasa hatimu waktu itu
Tapi yang aku tahu pasti wajahmu memerah karena malu
Dan yang pasti semalaman engkau tak bisa tidur karena memikirkanku
Benarkan ?
Hari berikutnya pasti hatimu sudah terisi penuh dengan cinta yang indah untukku
Iya kan ?
Aku tak butuh jawabanmu dengan sebuah surat cinta yang engkau tulis sendiri dengan indah sampai berminggu-minggu
Dan dibubuhi tanda tangan yang asli darimu ataupun sebuah cap stempel untuk meyakinkanku
Tak usah engkau lakukan itu
Karena semuanya telah engkau jawab pada hari ini dengan indahnya senyumanmu untukku

by pecinta rembulan

11 November 2010


Sebuah Metamorfosis Yang Kehilangan Fase

Seperti biasanya, seperti yang kemarin dan seperti yang kemarinnya lagi
aku masih disini
masih seperti saat pertama aku melihat senyum indahnmu untuk yang pertama kali

Seperti biasanya, seperti yang kemarin dan seperti yang kemarinnya lagi 
aku masih disini
dan masih terlintas jelas dipikiranku senyuman indahmu itu
dan aku saat ini masih disini tapi waktulah yang tak mungkin selalu bisa disini

Seperti biasanya, seperti yang kemarin dan seperti yang kemarinnya lagi
aku masih disini
masih seperti saat pertama aku melihat senyum indahmu untuk yang pertama kali
masih disini ditempat ini untuk sekedar menuangkan apa yang ada dibenakku
tapi tidak seperti yang  kemarinnya lagi karena waktu selalu berganti
waktu yang berganti bukan untuk menghindar
dan waktu yang datangpun bukan untuk melupakan waktu yang lalu
tapi itulah waktu yang semakin hari semakin mengurangi kesempatanku untuk melihat senyum indahmu

Seperti biasanya, seperti yang kemarin dan seperti yang kemarinnya lagi
aku masih disini
aku masih disudut kamarku untuk sekedar menuangkan apa yang ada dibenakku
aku masih dengan lamunan-lamunanku
aku masih dengan inspirasi-ispirasiku
aku masih dengan mimpi-mimpiku
aku masih dengan coretan-coretan tanpa arti yang membuatku semakin tak mengerti
dan aku masih disini dengan sifat kepengecutanku
dan masih disni aku bersembunyi bukan untuk menghindar, tapi karena aku memang pecundang

Seperti biasanya, seperti yang kemarin dan seperti yang kemarinnya lagi
aku masih disini
masih seperti saat pertama aku melihat senyum indahmu untuk yang pertama kali
masih sama aku yang tak pernah bisa mengartikan keinginanku sendiri
masih disini dan hanya bisa disini

Seperti biasanya, seperti yang kemarin dan seperti yang kemarinnya lagi
aku masih disini
untuk sekedar mengurangi apa yang ada dalam benakku

by pecinta rembulan

06 November 2010

Apakah ini hanya sebuah teguran?

sebuah fenomena alam telah mengingatkan kita
sebelum abu vulkanik menyesakkan dada ini
saat gelombang besar tanpa permisi mengambil saudara yang kita cintai
saat bumi bergetar meluluhlantakan
saat air yang semestinya menyegarkan
saat api yang semestinya menghangatkan

ini bukan hanya sebuah fenomena alam biasa
dan bukan untuk kita ekspose semata

apakah ini hanya sebuah teguran?
jika aku yang menjawabnya maka aku akan mengiyakannya

sudah saatnya kita bertindak
karena sebuah teguran pasti ada penyebabnya

by pecinta rembulan

23 September 2009


Cinta

Aku tak tahu seperti apa itu cinta

Karena aku belum pernah berkenalan atau bertemu denganmu

Tapi hatiku lebih tahu cinta itu seperti apa

Yang aku tahu Cinta itu sebuah kata yg indah

Itupun aku tahu dari pendengaranku

Dan memang benar cinta itu indah, itu kata hatiku

Dan malah lebih indah dari yg pernah aku dengar, karena hatiku yg pernah merasakan indahnya cinta

Duhai cinta aku sendiri ingin tahu indahnya cinta seperti apa yg dirasakan oleh hatiku

Pabila engkau berkenan perkenalkanlah dirimu itu seperti apa

Biar aku tahu sendiri bahwa engkau memang benar-benar indah

Duhai Cinta bila engkau malu untuk memperkenalkan dirimu kepadaku engkau boleh memperkenalkan dirimu didalam mimpiku

Karena didalam mimpi hatiku tak akan mengganggu aku dan dirimu


By Pecinta Rembulan



Hatiku ada disini didalam dadaku

Terbungkus tulang rusuk terbungkus kulit dan jauh dari hati yg engkau miliki

Tapi mengapa hatiku bisa merasa dekat dengan hatimu?

Bukankah hatiku tidak bisa melihat hatimu dan sebaliknya?

Jarak antara aku dan engkaupun berjauhan, kedua matakupun tak bisa melihatmu dan engkaupun begitu

Tapi mengapa hatiku bisa merasa dekat dengan hatimu?

Apakah antara hatiku dan hatimu ada orang ketiga yg namanya cinta?

Tapi mengapa hatiku tak pernah menceritakan tentang cintanya kepadaku?

Aku merasa iri dengan hatiku dan hatimu

Mereka bisa dekat dikala jauh dan berbagi dikala sepi

Tapi mengapa diriku sendiri hanya diam tanpa kata saat dekat denganmu?

Ya sudahlah tak usah merisaukannya

Mungkin beginilah caraku untuk dekat denganmu,

Dan melalui puisiku ini kutitipkan salam indah untukmu

By Pecinta Rembulan


26 Agustus 2009

Tentang Bulan Dan Bintang-Bintang


Lihatlah bulan dan bintang-bintang di langit yang indah menghiasi malam
Cahaya mereka lembut mendamaikan dan menyejukan
Mimpikanlah bulan dan bintang-bintang
Yang indah di mata
Yang mempunyai arti untuk alam semesta
Bila senantiasa melihatnya hati kan menangis atas kesombongan dan keangkuhan kita
Kita hanyalah manusia yang lemah namun mempunyai harapan seindah bulan dan bintang-bintang
Bulan dan bintang-bintang mereka senantiasa bertasbih atas kebesaran-Nya
Taat di atas jalur mereka
Mereka punya jarak yang membuat mereka lebih indah memberi petunjuk dan arti selain cahaya indahnya
Namun kita ini keras membatu, yang kadang lalai dan lupa siapa dirinya
Berjalan angkuh dan bangga bukan di atas jalan-Nya
Bulan dan bintang-bintang, melihat mereka mengingatkan bahwa kita kecil seperti kerikil diluasnya alam raya tanpa batas
Bahkan hanya setitik debu diluasnya dunia dan seisinya
Bulan dan bintang-bintang, hatiku dan hatimu kan seindah cahayanya
Bulan dan bintang-bintang, hatiku dan hatimu kan mempunyai arti seperti mereka yang mendamaikan dan menyejukan malam dengan keindahanya
Bulan dan bintang-bintang, hatiku dan hatimu tak lebih hanya setitik kesombongan dan keangkuhan yang kan luruh dengan pesona cinta bulan dan bintang-bintang


By pecinta rembulan

18 Agustus 2009


Pesona Cintamu

Aku dibuatnya tanpa daya oleh lamunan yang setiap saat mengetuk pikirku
Untuk melayang didunia para perindu
Hatiku memendam air mata yang tak terungkap akan cintaku
Yang ingin kuuntainya menjadi syair indah penghapus lamunan-lamunan yang waktu demi waktu mengikis mimpi-mimpiku
Tak berharap itu suatu kesalahan
Tak bermimpi itu suatu kecongkakan
Puisiku adalah dunia lain dari seorang yang punya impian setinggi bintang dan penuh kecongkakan
Namun tak mampu mengungkap pesona cinta dari seorang yang didamba

By pecinta rembulan